Yuk Kenali Lebih Dalam Penyakit Bell’s Palsy

Mungkin tidak semua orang mengetahui apa itu Bell’s Palsy. Bell’s palsy adalah penyakit yang menyerang gangguan pada saraf wajah. Bell’s Palsy ditemukan oleh Sir Charles Bell, seorang dokter berkebangsaan Skotlandia pada abad ke 19.

Bell’s Palsy merupakan kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot wajah yang bersifat sementara. Kondisi ini menyebabkan salah satu sisi wajah akan terlihat “melorot”. Walaupun masih belum diketahui pasti penyebabnya, Bell’s Palsy lebih umum terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes dan HIV.

Saraf yang rusak pada bagian wajah akan berdampak kepada indera perasa dan cara tubuh anda

menghasilkan air mata dan ludah. Bell’s Palsy datang secara tiba-tiba dan umumnya kondisi ini akan membaik dalam hitungan minggu.

#Tahukah Anda?
Siapapunbisa terkena penyakit ini, akan tetapi kebanyakan kasus terjadi pada orang dengan usia 15-45 tahun. Anda bisa membatasi peluang terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor resikonya. Perlu anda ketahui juga bahwa penyakit ini menimpa 40.000 orang tiap pada setiap tahunnya.

Gejala Bell’s Palsy

Bell’s palsy mempunyai gejala yang berbeda-beda pada sebagian orang. Kelumpuhan yang terjadi pada salah satu sisi wajah bisa dijelaskan sebagai kelumpuhan sebagian (kelemahan otot ringan) atau sebagai kelumpuhan total (tidak ada gerakan sama sekali). Mulut serta kelopak mata juga akan terpengaruh akibat Bell’s Palsy, kedua bagian ini akan kesulitan untuk dibuka dan ditutup.

Bell’s palsy adalah gangguan yang terjadi hanya pada otot dan saraf wajah. Kondisi ini tidak berdampak pada kinerja otak atau bagian tubuh lainnya. Apabila kelumpuhan di salah satu sisi wajah anda disertai dengan kelumpuhan atau kelamahan pada bagian tubuh lain, segera periksakan diri ke dokter.

Gejala yang muncul pada Bell’s Palsy berkembang dengan cepat dan mencapai puncaknya dalam waktu 2 hari. Gejala yang terjadi bisa berbeda-beda. Berikut ini adalah gejala yang biasanya muncul pada Bell’s Palsy:

  • Kesulitan untuk makan, minum dan berbicara
  • Sakit kepala dan pusing
  • Rasa sakit pada sekitar rahang
  • Mulut terasa kering
  • Bagian mulut yang terpengaruh akan mudah berliur
  • Penurunan atau perubahan indera perasa
  • Berdenging di salah satu telinga atau keduanya
  • Telinga yang terpengaruh akan lebih sensitif terhadap suara
  • Sakit telinga pada sisi wajah yang mengalami kelumpuhan
  • Salah satu sisi wajah akan mengalami kelumpuhan atau kelamahan. Sisi wajah yang terpengaruh akan terlihat melorot dan anda tidak bisa menggerakannya. Anda akan kesulitan untuk membuka atau menutup mulut dan mata.

Gejala-gejala yang muncul diatas biasanya akan mulai membaik dalam waktu 2-3 minggu dan akhirnya pulih sepenuhnya dalam waktu 9-10 bulan.

Kapan Saya Harus Periksakan Diri Ke Dokter?


Anda perlu menghubungi dan berkonsultasi dengan dokter apabila:

  • Mempunyai gejala diatas
  • Terkena tinnitus atau telinga berdenging, vertigo atau kesulitan untuk mendengar
  • Bagian tubuh melemah atau lumpuh
  • Mata merah, sakit, iritasi atau sulit berhenti mengeluarkan air mata
  • Mengalami efek samping obat.

Penyebab Bell’s Palsy


Bell’s Palsy disebabkan oleh saraf yang mengendalikan otot atau saraf wajah yang mengalami peradangan atau terhimpit. Dari otak, saraf wajah melewati celah sempit di dekat rahang bagian atas. Ketika saraf wajah ini terhimpit atau mengalami peradangan, sinyal yang dikirimkan otak menuju otot wajah menjadi terganggu. Ganguan inilah yang akan menghambat pasokan darah dan oksigen menuju sel-sel saraf akibatnya terjadi kelamahan atau kelumpuhan pada wajah.

Penyebab ititasi saraf ini masih belum diketahui secara jelas akan tetapi virus herpes diduga kuat menjadi penyebab utama masalah ini. Ada 2 jenis virus herpes yang diduga bisa menyebabkan iritasi pada wajah yaitu:

  • Virus Herpes Simpleks (HSV). Ada dua jenis virus herpes simpleks yang diduga mampu mengiritasi saraf wajah yaitu HSV Tipe 1 yang menyebabkan cols sore (lepuhan pada daerah bibir) dan HSV Tipe 2 yang menjadi penyebab herpes genital
  • Virus Varisela Zoster. Jenis virus ini yang menyebabkan cacar air dan cacar api. Virus ini lebih jarang menyebabkan Bell’s Palsy, tapi bisa menyebabkan kondisi yang lebih serius, yaitu sindrom Ramsay-Hunt.

Selain virus herpes, beberapa kondisi infeksi virus lain juga diduga mampu menyebabkan Bell’s Palsy diantaranya yaitu:

  • Cytomegalovirus. Virus ini termasuk ke dalam kelompok virus herpes. Virus ini bisa menyebabkan gejala yang mirip seperti flu, demam kelenjar, sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar
  • Penyakit Lyme. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan disebarkan oleh kutu
  • Virus Epstein-Barr. Virus jenis ini menyebabkan demam kelenjar
  • Sifilis. Penyakit ini disebabkan oleh virus Treponema Pallidum.

HIV dan diabetes juga berpeluang menyebabkan Bell’s Palsy, meski hingga kini alasannya belum diketahui secara pasti. Infeksi saluran pernapasan juga bisa menjadi faktor yang meningkatkan resiko mengalami Bell’s Palsy.

Pada wanita yang sedang dalam kondisi hamil dan memasuki semester ketiga juga mempunyai resiko yang lebih tinggi mengalami Bell’s Palsy. Penyakit ini bisa terjadi pada minggu pertama wanita yang baru saja melahirkan. Tidak hanya itu, faktor keturunan juga berpengaruh dalam meningkatkan resiko mengalami Bell’s Palsy. Dengan kata lain, seseorang lebih beresiko mengalami Bell’s Palsy jika ada anggota keluarga yang mempunyai kondisi yang sama.

Komplikasi Bell’s Palsy


Berikut ini adalah kemungkinan komplikasi yang terjadi pada penderita Bell’s Palsy :

  • Kelemahan atau kelumpuhan otot secara terus menerus
  • Kesulitan makan, minum dan berbicara
  • Kemampuan inderasa menurun
  • Otot wajah berkedut
  • Gangguan pada mata.

Khususnya pada Bell’s Palsy yang terkait dengan faktor keturunan, ada kemungkinan kondisi ini akan terulang kembali di masa yang akan datang.

Perawatan Bell’s Palsy Di Rumah


Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan bisa membantu mengatasi Bell’s Palsy diantaranya yaitu:

  • Ikuti kontruksi dokter dan minum obat sesuai dengan resep
  • Beri tahu dokter jika anda menderita penyakit lainnya terutama diabetes
  • Bicarakan dengan dokter tentang obat yang anda minum
  • Biarkan dokter tahu apakah anda baru-baru ini sudah divaksinasi
  • Anda juga harus melakukan diet sehat dengan mengonsumsi menu makanan sehat yang baik untuk penderita Bell’s Palsy agar membantu proses penyembuhan anda.

Pengobatan Bell’s Palsy


Berikut ini beberapa pengobatan dan penanganan yang dilakukan untuk mengobati Bell’s Palsy:

  • Prednisole. Obat ini sangat disarankan sebagai pengobatan Bell’s Palsy yang paling efektif. Sebaiknya obat ini diberikan 72 jam sejak gejala awal muncul. Obat ini akan diresepkan selama 10 hari dan dikonsumsi sehari 2 kali
  • Antivirus. Hingga kini, peran obat-obatan antivirus masih menjadi perdebatan. Akan tetapi demikian, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus atau antivirus yang dikombinasikan dengan prednison pada pasien dengan kelamahan saraf wajah yang cukup parah
  • Perawatan mata. Penderita Bell’s Palsy akan kesulitan untuk menutup mata. Hal ini bisa menyebabkan air mata menguap, sehingga mata menjadi lebih kering dan lebih rentan terkena infeksi. Air mata berperan penting untuk melindungi dan menjaga mata bebas dari kotoran dan bakteri. Dokter akan meresepkan obat tetes mata untuk siang hari dan obat oles pada malam hari
  • Fisoterapi. Ahli fisioterapi akan mengajari anda beberapa latihan yang bisa memperkuat otot-otot wajah. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan koordinasi dan jangkauan gerakan. Prosedur ini sangat membantu dalam kasus-kasus bell’s palsy, meski tidak semua orang sesuai dengan prosedur ini
  • Suntikan Botok. Khusunya pada penderita Bell’s Palsy kronis atau jangka panjang, suntik botox bisa diberikan untuk mengobati wajah yang terpengaruh maupun yang tidak terpengaruh. Suntikan ini berfungsi untuk melemaskan otot wajah yang mengencang atau mengurangi gerakan otot yang tidak diingankan
  • Operasi Plastik. Dokter bedah akan membantu mengatasi kelamahan atau kelumpuhan pada wajah anda. Walaupun prosedur operasi tidak bisa mengembalikan fungsi saraf seperti semula, akan tetapi bisa melindungi mata dan memperbaiki penampilan wajah serta meningkatkan fungsi wajah yang lemah. Prosedur operasi plastik dilakukan untuk memperbaki fungsi kelopak mata, memperbaiki posisi mulut, membantu dalam bicara, makan dan minum serta memperbaiki keseimbangan bentuk wajah
  • Menggunakan obat herbal. Obat herbal ini bisa anda pilih apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak melakukan operasi atau terapi pengobatan lainnya. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang tanpa menimbulkan efek samping. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Bell’s Palsy.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Don\'t Copy Paste!!