Sering Merasa Haus? Awas Bisa Jadi Diabetes Indipidus

Anda seering merasa haus berlebih? Sering mengompol pada waktu tidur? Waspada bisa jadi anda Diabetes Insipidus, Waspada gejala, penyebab dan pengobatannya berikut ini SIMAK SAMPAI TUNTAS!!

Diabetes Insipidus merupakan kondisi yang cukup langka dengan gejala selalu merasa haus dan saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Apabila sangat parah, penderita bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Diabetes Insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah diatas normal. Diabetes Insipidus pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Diabetes Inidipidus merupakan kondisi yang jarang terjadi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan dan bisa terjadi disemua usia, termasuk pada anak-anak. Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor resikonya.

Gejala Diabetes Insipidus


Gejala utama dari Diabetes Insipidus adalah selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Anda akan selalu dihantui perasaan haus meski sudah minum banyak sekali air.

Jumlah urine yang dikeluarkan penderita Diabetes Insipidus tiap harinya adalah 3-20 liter, mulai dari kasus Diabetes Insipidus yang ringan hingga kasus yang parah. Kencing yang dialami oleh penderita kondisi ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Gejala yang muncul diatas bisa menggangu aktivitas sehari-hari maupun pola tidur anda. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah dan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Diabetes Insipidus pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik. Gejala pada anak yang menderita Diabetes Insipidus adalah:

  • Pertumbuhan lebih lambat
  • Kehilangan selera makan
  • Mudah terusik atau marah
  • Mengompol pada wakti tidur
  • Menangis secara berlebihan
  • Suhu tubuh tinggi atau hipertermia
  • Merasa kelelahan atau keletihan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Beberapa gejala dan tanda pada bayi dan anak seperti:

  • Demam, muntah atau diare
  • Popok basah yang tidak biasa
  • Pertumbuhan yang terlambat
  • Penurunan berat badan
  • Rewel tidak berasalan atau terus menangis bila terjadi pada anak-anak
  • Kulit kering dan tubuh terasa dingin.

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika anda mengalami 2 gejala utama dari diabetes insipidus, yaitu selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah yang banyak.

#Kapan Harus Memeriksakan Diri Ke Dokter?
Anda harus menghubungi dokter bila anda sering buang air kecil dan merasa haus yang berlebihan. Kondisinya bisa bervariasi pada banyak orang. Selalu diskusikan dengan dokter anda untuk melakukan metode diagnostik dan terapi yang tepat untuk anda.

Penyebab Diabetes Insipidus


Terjadinya Diabetes Insipidus dikarenakan gangguan pada hormon antidiuretik yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ berarti berlawan sifat dengan ‘diuresis’ yang berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Diabetes Insipidus terbagi menjadi 2 jenis utama yaitu:

  • Diabetes Insipidus Kranial

Ini merupakan kondisi ketika tubuh tidak menghasikan cukup banyak hormon antidiuretik dan mengakibatkan banyaknya air yang terbuang dalam urine. Dibawah ini merupakan beberapa penyebab yang paling umum dari diabetes insipidus jenis ini diantaranya yaitu:

  1. Sekitar 16% kasus diabetes insipidus kranila disebabkan oleh cedera kepala parah yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari
  2. Sekitar 20% kasus diabetes insipidus kranial disebabkan karena komplikasi akibat operasi otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari
  3. Sekitar 25% kasus diabetes insipidus kranial disebabkan karena tumor otak yang merusak hipotalamus atau kelenjar pituitari.

Berikut ini beberapa penyebab diabetes insipidus kranila yang lebih jarang terjadi:

  • Kanker otak
  • Kekurangan oksigen pada otak misalnya akibat stroke
  • Terjadinya infeksi yang merusak otak misalnya ensefalitis dan meningitis
  • Sindrom Wolfarm merupakan kelainan genetik langka yang bisa menyebabkan kehilangan pandangan.

Sekitar 1-3% kasus diabetes insipidus kranila tidak diketahui penyebabnya.

  • Diabetes Insipidus Nefrogenik

Ini merupakan kondisi ketika homron diuretik dihasilkan sesuai dengan kadar yang dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi organ ginjal tidak sensitif atau tidak merespons terhadap hormon ini. Diabetes insipidus nefrogenik sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu:

  • Congenital Nephrogenic Diabetes Insipidus atau yang dikenal dengan insipidus nefrogenik kongenital. Penderita diabetes nefrogenik kongenital terlahir dengan kondisi demikian. Terdapat 2 jenis mutasi atau perubahan genetika yang menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik kongenital yaitu AVPR2 dan AQPR2
  • Acquired nephrogenic diabetes insipidus. Penderita diabetes insipidus jenis ini tidak terlahir dengan kondisi ini. Faktor penyebab Acquired nephrogenic diabetes insipidus yang paling umum adalah efek samping lithium. Lithium sendiri adalah obat yang digunakan untuk mengobati gangguan bipolar. Penyebab lain dari kondisi ini selain lithium yaitu:
  1. Piolenoefritis atau infeksi ginjal. Organ ginjal mengalamai kerusakan karena infeksi
  2. Obstruksi Saluran Kemih. Terhambatnya satu atau kedua saluran kemih yang menghubungkan organ ginjal ke kandung kemih seperti batu ginjal
  3. Hiperkalemia. Jumlah kalsium berlebih dalam darah yang bisa merusak ginjal
  4. Hipokalemia. Jumlah potasium dalam darah sedikit, padahal semua sel dalam tubuh membutuhkan potasium untuk berfungsi dengan benar.

Komplikasi Diabetes Insipidus


Rendahnya jumlah air atau cairan dalam tubuh dinamakan dehidrasi. Ini merupakan salah satu komplikasi yang disebabkan oleh diabetes insipidus. Jika dehidrasi yang terjadi cukup ringan, anda bisa minum oralit untuk mengatasinya. Tapi penanganan di rumah sakit akan diperlukan apabila dehidrasi yang dialami cukup parah.

Perawatan Diabetes Insipidus Di Rumah


Berikut ini merupakan beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu anda mengatasi insipidus diantaranya yaitu:

  • Hindari dehidrasi dengan mengonsumsi cukup air saat haus
  • Konsumsi obat yang diberikan oleh dokter
  • Beri tahu dokter apabila terdapat perubahan pada kondisi anda
  • Pergi ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat jika anda mengalami demam tinggi, diare, keringat berlebih atau lebih sering buang air kecil selama terapi
  • Anda juga bisa melakukan beberapa 8 tips jitu mengatasi diabetes insipdus yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah dirumah.

Pengobatan Diabetes Insipidus


Pengobatan diabetes indipidus bergantung pada jenis yang diderita. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi jumlah urine yang dihasilkan tubuh dan mengendalikan gejala yang muncul.

  • Pengobatan Diabetes Insipidus Kranial

Beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengobati diabetes jenis ini yaitu:

  1. Desmopressin. Obat ini berfungsi seperti hormon antidiuretik. Obat ini akan menghentikan produksi urine. Desmopressin adalah hormon antidiuretik buatan dan mempunyai fungsi lebih kuat dari hormon aslinya. Obat ini bisa berbentuk obat semprot hidung atau tablet. Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, sakit perut, mual, mimisan atau hidung berair atau tersumbat
  2. Thiazide Diuretik. Obat ini berfungsi membuat urine menjadi lebih pekat dengan cara mengurangi kadar airnya. Efek samping yang mungkin terjadi akibat obat ini adalah pusing ketika berdiri, gangguan pencernaan, kulit menjadi lebih sensitif dan bagi pria bisa mengalami disfungsi ereksi
  3. Obat Anti-Indlamasi Non-steroid. Apabila kelompok obat ini dikombinasikan dengan thiazide diuretik, obat ini bisa menurunkan jumlah urien yang dikeluarkan oleh tubuh.
  • Pengobatan Diabetes Insipidus Nefrogenik

Jika kondisi yang anda alami disebabkan oleh obat seperti lithium dan tetracycline, dokter spesialis penyakit hormon akan meminta anda berhenti mengonsumsinya dan mencari obat penggantinya. Jika tidak disarankan oleh dokter, jangan berhenti mengonsumsi obat yang telah diresepkan oleh dokter.

Mengurangi garam juga akan membantu ginjal dalam menyimpan air dan mengurangi volume urine. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan anda. Untuk mengurangi jumlah produksi urine dari organ ginjal, kombinasi thiazide diuretik dan obat antiinflamasi nos-steroid akan diresepkan pada diabates insipidus yang parah.

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati diabetes indipidus. Obat herbal ini bisa anda pilih apabila anda mempunyai alergi atau tidak cocok dengan obat-obatan kimia. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpe menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat Herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Diabetes Insipidus.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Don\'t Copy Paste!!