Ketahui Gatroparesis Penyakit Gangguan Motilitas Lambung

Anda sering merasakan nyeri ulu hati disertai dengan nafsu makan yang berkurang? Berat badan menurun dan sering merasa mual dan muntah? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit Gatroparesis! Ketahui Gatroparesis Penyakit Gangguan Motilitas Lambung, simak penjelasannya berikut ini!

Gastroparesis merupakan kondisi dimana pergerakan spontan (motilitas) otot lambung tidak berjalan dengan semestinya.

Dalam keadaan normal, makanan didorong oleh kontraksi otot sepanjang saluran pencernaan. Pada penderita Gastroparesis, motilitas lambung tidak bekerja dengan sempurna atau bahkan tidak bekerja sama sekali, sehingga menghambat proses pengosongan lambung. Hal ini tentunya tidak menggangu proses pencernaan secara keseluruhan yang kemudian mengakibatkan gangguan nutrisi, masalah gula darah dan sebagainya.

#Tahukah Anda?
Wanita muda dan paruh baya biasanya sering terkena penyakit ini. Penyakit ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor resikonya. Silahkan berdiskusi dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala Gastroparesis


Gejala yang umumnya dialami oleh penderita gastroparesis adalah:

  • Kembung
  • Mual dan muntah
  • Berat badan menurun
  • Nafsu makan berkurang
  • Nyeri perut atau ulu hati
  • Sangat cepat merasa kenyang
  • Hipoglikemia atau kadar gula darah rendah.

Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan diatas. Apabila anda mempunyai kekhawatiran terhadap sebuah gejala tertentu segera konsultasikan dengan dokter anda.

Penyebab Gatroparesis


Sampai saat ini, penyebab terjadinya gastroparesi masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi pada banyak kasus, gastroparesis diduga terjadi akibat rusaknya saraf yang mengontrol otot-otot lambung (saraf vagus).

Saraf vagus berfungsi mengatur semua proses pada saluran pencernaan manusia termasuk mengirim sinyal pada otot lambung untuk berkontraksi mendorong makanan ke dalam usus kecil.

Beberapa kondisi lain yang juga bisa menyebabkan gastroparesis adalah:

  • Diabetes tipe 1 atau 2 yang tidak terkontrol
  • Penyakit parkinson. Dimana terjadi kerusakan otak secara progresif
  • Obat-obatan. Seperti pereda nyeri golongan opioid dan beberapa antidepresan
  • Amyloidisis. Penyakit langka dimana terjadi penimbunan protein abnormal di dalam jaringan atau organ di seluruh tubuh
  • Skleroderma. Penyakit yang menyebabkan pengerasan di beberapa bagian kulit dan kadang-kadang juga bisa terdapat gangguan pada organ dalam dan pembuluh darah
  • Komplikasi dari beberapa jenis pembedahan. Seperti pembedahan untuk mengurangi berat badan (seperti gastric banding atau gastric bypass) atau pengangkatan sebagian lambung (gastrectomy).

Faktor-faktor lain yang juga bisa menghambat proses pengosongan lambung yaitu:

  • Diabetes
  • Hipotiroid
  • Skleroderma
  • Terapi radiasi
  • Kelainan sistem saraf
  • Infeksi biasanya virus
  • Pembedahan perut atau esofagus
  • Obat-obatan yang menurunkan kecepatan pengosongan lambung.

Tidak mempunyai faktor-faktor resiko bukan berarti anda tidak mungkin untuk terkena penyakit ini. Faktor-faktor ini umum terjadi dan hanya dijadikan sebagai acuan saja. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan anda.

Komplikasi Gatroparesis


Apabila gastroparesis ini tidak segera ditangani, akan ada beberapa komplikasi yang bisa timbul diantaranya yaitu:

  • Kacaunya perubahan kadar gula darah khususnya pada penderita diabetes
  • Gastro-Oesophageal Reflux Disease (GORD), dimana asan lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan iritasi pada dinding dalam kerongkongan
  • Makanan yang tertinggal di dalam lambung dan kemudian menggumpal dan memadat. Gumpalan ini bisa menyebabkan mual dan muntah serta menyumbat lambung sehingga makanan tidak bisa disalurkan ke usus
  • Dehidrasi karena terus menerus muntah
  • Kekurangan nutrisi.

Diagnosis Gatroparesis


Prosedur pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosa gastroparesis diantaranya yaitu:

  • Uji Hidrogen Napas. Pasien akan diminta meminum air gula kemudian dicatat kadar hidrogen dalam pernapasannya serta waktu terdeteksinya gas tersebut pada napas pasien
  • Barium Meal Test. Pasien akan diminta meminum cairan barium yang akan melapisi dinding saluran pencernaan dan memperjelas gambaran pada pemeriksaan radiologi. Setelah itu, dilakukan foto rontgen untuk melihat adanya abnormalitas di dalam sistem pencernaan
  • Endoskopi pencernaan bagian atas. Menggunakan kamera kecil untuk melihat bagian dalam saluran pencernaan bagian atas
  • Uji pengosongan lambung. Setelah pasien menelan makanan yang sudah dibubuhi oleh zat penanda radioaktif, alat pemindai yang diposisikan diatas perut pasien akan memonitor beberapa waktu yang dibutuhkan sampai makanan keluar dari lambung. Ini merupakan pemeriksaan yang sangat penting dalam mendiagnosa gastroparese
  • CT dan MR Enterografi. Kedua pemeriksaan ini lebih sensitif dibandingkan dengan pemeriksaan radiologi konvensional untuk melihat adanya peradangan atau penyumbatan pada usus
  • Wireless Motility Capsule. Pasien akan diminta menelan alat elektronik kecil yang akan mencatat lamanya pengosongan lambung serta informasi lain seperti pH, tekanan dan suhu sepanjang saluran pencernaan.

Perawatan Gastroparesis Di Rumah


Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut ini bisa membantu anda dalam mengatasi gastroparesis diantaranya yaitu:

  • Ikuti instruksi dokter, jangan gunakan obat tanpa resep atau berhenti minum obat tanpa izin dokter
  • Jadwalkan pemeriksaan untuk mengontrol perkembangan gejala serta kondisi kesehatan anda
  • Kendalikan gula darah anda. Anda perlu mengganti beberapa obat diabetes atau insulin
  • Hindari makanan berserat dan berlemak. Makanan berlemak termasuk sayur lemak, kerupuk, permen, makanan ringan, makanan yang dimasak, mentega, susu dan krim. Makanan-makanan ini bisa memperburuk gejala gastroparesis yang anda derita
  • Anda juga bisa mencoba mengobati gastroparesis dengan 7 tips jitu ala rumahan ini yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Gatroparesis


Langkah pengobatan gastroparesis diawali dengan mengidentifikasi dan mengatasi penyebab utamanya. Setelah itu tindakan yang bisa dilakukan untuk mengobati gastroparesis diantaranya yaitu:

  • Mengubah pola makan anda. Pasien akan disarankan untuk mengonsumsi makanan yang lebih mudha dicerna
  • Penyuntikan Botulinum toxin. Yang dilakukan pada katup yang menghubungkan lambung dengan usus kecil (pyloric sphincter), untuk melemahkan otot katup sehingga bisa membuka lebih lama untuk pengosongan lambung
  • Obat-obatan. Ada dua jenis obat yang biasa digunakan untuk mengobati gastroparesis yaitu obat-obatan untuk merangsang otot lambung dan obat-obatan untuk menekan mual dan muntah
  • Stimulasi Listrik. Mengalirkan listrik melalui elektroda yang ditempelkan pada dinding lambung dengan tujuan untuk merangsang gerakan otot lambung. Akan tetapi manfaat dari terapi ini masih perlu diteliti lebih jauh
  • Pembedahan. Pada kasus yang sudah parah dimana pasien sampai tidak bisa makan atau minum, maka akan dipasang selang ke usus kecil untuk memasukkan makanan dari luar. Dokter juga bisa memasangkan selang ventilasi lambung untuk mengurangi tekanan dari isi lambung
  • Menggunakan Obat Herbal. Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Gatroparesis. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Gatroparesis.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Don\'t Copy Paste!!