Kenali Penyakit Pneumonia Sebelum Mengancam Anda

Anda sering mengalami batuk kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning? Sering merasa terengah-engah atau napas pendek? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit Pneumonia! Kenali Penyakit Pneumonia Sebelum Mengancam Anda, simak penjelasannya berikut ini!

Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah merupakan infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan.

Penyakit ini disebut juga dengan bronkopneumonia, pneumonia lobular dan pneumonia bilateral. Secara umum, pneumonia bisa ditandai dengan gejala-gejala yang meliputi batuk, demam dan kesulitan bernapas.

#Tahukah Anda?
Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak-anak tertinggi di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa ini memicu 15% dari seluruh kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun. Pada tahun 2015, terdapat lebih dari 900.000 anak-anak yang meninggal akibat pneumonia.

Di Indonesia sendiri, pneumonia diperkirakan telah merenggut sekitar 25.000 jiwa balita tahun 2013.

Gejala Pneumonia


Gejala pneumonia sangat bervariasi berdasarkan tingkat keparahannya. Keragaman gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh perbedaan pada jenis bakteri pemicu infeksi, usia dan kondisi kesehatan pengidap. Meski begitu, gejala-gejala yang umum yang biasanya muncul diantaranya yaitu:

  • Diare
  • Demam
  • Kelelahan
  • Mual atau muntah
  • Berkeringan dan menggigil
  • Napas terengah-engah atau pendek
  • Rasa sakit pada dada ketika menarik napas atau batuk
  • Batuk kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning, hijau atau disertai darah.

Apabila anda mengalami gejala-gejala tersebut periksakanlah diri anda ke dokter. Segera cari bantuan medis apabila muncul gejala-gejala yang parah seperti napas terengah-engah, sakit dada atau linglung yang menyerang anda.

Penyebab Pneumonia


Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri yang paling umum menyebabkan pneumonia. Namun penyakit ini juga bisa dipicu oleh virus serta faktor lain seperti:

  • Pneumonia Aspirasi. Ini merupakan jenis pneumonia yang dipicu karena pengidap menghirup objek asing misalnya makanan atau minuman, muntah atau ludah
  • Pneumonia Akibat Jamur. Pneumonia ini paling sering dialami oleh orang yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang menurun atau penyakit kronis
  • Pneumonia Akibat Virus. Sebagian virus pemicu flu atau pilek juga bisa menyebabkan pneumonia. Pneumonia paling sering dialami oleh balita.

Lokasi penularan juga bisa memengaruhi jenis kuman penyebab pneumonia. Misalnya kuman penyebab pneumonia yang bisa didapat dari lingkungan umum berbeda dengan pneumonia yang didapat di rumah sakit.

Semua orang bisa terserang penyakit ini. Akan tetapi pneumonia umumnya ditemukan dan berpotensi untuk bertambah parah pada:

  • Bayi serta anak-anak dibawah usia 2 tahun
  • Lansia diatas 65 tahun
  • Perokok. Rokok tidak hanya bisa meningkatkan resiko pneumonia akan tetapi juga beragam penyakit lain
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah misalnya pengidap HIV atau orang yang sedang menjalani kemoterapi
  • Pengidap penyakit kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Pasien di rumah sakit terutama yang menggunakan ventilator.

Komplikasi Pneumonia


Pneumonia bisa disembuhkan. Akan tetapi ada beberapa kelompok orang yang lebih beresiko mengalami komplikasi seperti lansia dan balita. Sejumlah komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya yaitu:

  • Infeksi Darah. Kondisi ini terjadi akibat adanya bakteri yang masuk ke dalam aliran darah dan menyebarkan infeksi ke organ-organ lain. Infeksi darah berpotensi menyebabkan terjadinya gagal organ
  • Abses paru atau lubang bernanah. Yang tumbuh di jaringan paru-paru. Abses umumnya bisa ditangani dengan antibiotik, akan tetapi juga terkadang membutuhkan prosedur operasi untuk membuang nanahnya
  • Efusi pleura. Yaitu kondisi dimana cairan memenuhi ruangan di sekitar paru-paru.

Diagnosis Pneumonia


Diagnosis pneumonia atau paru-paru basah terkadang sulit dilakukan karena gejalanya mirip dengan penyakit lain. Dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala yang dialami serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Dokter juga akan memeriksa rongga dada anda dengan stetoskop. Paru-paru yang penuh cairan memiliki bunyi yang berbeda dengan yang sehat.

Jika mencuriga anda menderita pneumonia, dokter akan menganjurkan beberapa pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis. Proses pemeriksaan tersebut biasanya meliputi:

  • Rontgen dada untuk memastikan keberadaan pneumonia serta tingkat keparahannya
  • Tes darah dan pemeriksaan sampel dahak. Kedua proses ini bisa membantu pengidentifikasian bakteri atau virus penyebab infeksi
  • Pulse oximetry yaitu proses pengukuran kadar oksigen dalam darah.

Perawatan Pneumonia Di Rumah


Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan ini bisa membantu anda mengobati pneumonia di rumah diantaranya yaitu:

  • Menjalani vaksinasi. Vaksin merupakan langkah penting agar kita terhindar dari pneumonia maupun penyakit lain. Harap diingat bahwa vaksin pencegah pneumonia bagi orang dewasa berbeda dengan anak-anak
  • Menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Misalnya dengan olahraga teratur, beristirahat cukup serta menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang
  • Menjaga kebersihan agar terhindar dari penyebaran virus seperti sering mencuci tangan
  • Jangan merokok karena asap rokok bisa merusak paru-paru sehingga lebih mudah terinfeksi
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan berkepanjangan. Kebiasaan ini juga akan menurunkan daya tahan paru-paru sehingga anda lebih rentan terkena pneumonia beserta komplikasinya
  • Anda juga bisa mencoba melakukan tips diet sehat untuk penderita pneumonia yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Pneumonia


Untuk pneumonia yang ringan, penanganan dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter, cukup beristirahat dan banyak minum umumnya sudah cukup. Pengidap juga tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Disamping itu, langkah-langkah sederhana berikut ini juga berpotensi membantu meredakan gejala yang anda alami:

  • Mengonsumsi Analgesik (obat pereda sakit). Seperti paracetamol atau ibuprofen untuk meredakan dan menurunkan demam. Tetapi hindari konsumsi ibuprofen jika anda mempunyai alergi terhadap aspirin, obat anti inflamasi nonsteroid lain atau menderita asam, tukak lambung dan gangguan hati atau pencernaan
  • Berhenti merokok karena kebiasaan ini bisa memperburuk pneumonia
  • Menghindari konsumsi obat batuk karena batuk berfungsi membantu anda mengeluarkan dahak dari paru-paru. Meredakan batuk bisa mengakibatkan durasi infeksi yang lebih lama. Obat batuk juga belum terbukti efektif secara medis. Air hangat bercampur madu dan lemon bisa membantu mengurangi batuk anda
  • Mengonsumsi Obat Herbal. Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Pneumonia. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Pneumonia.

Orang dengan kondisi fisik yang sehat biasanya akan pulih secara normal setelah 14-21 hari. Akan tetapi jika gejala pneumonia sama sekali tidak membaik dalam 48 jam, anda disarankan kembali menghubungi dokter. Mungkin saja antibiotik yang anda konsumsi tidak efektif untuk membasmi bakteri pemicu pneumonia atau pneumonia anda disebabkan oleh faktor lain misalnya virus.

Pneumonia biasanya tidak menular, akan tetapi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah sebaiknya menjauh dari penderita pneumonis sampai kondisi si penderita benar-benar pulih.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Don\'t Copy Paste!!