Jangan Anggap Sepele Penyakit Tiroiditis

Anda mempunyai pembengkakan pada tiroid? Selalu merasa gugup, cemas dan mudah marah? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit Tiroiditis! Jangan Anggap Sepele Penyakit Tiroiditis, kenali gejala, penyebab dan cara mengobatinya dari sekarang!

Tiroiditis adalah istilah medis untuk peradangan atau pembengkakan yang terjadi di kelenjar tiroid. Pembengkakan ini bisa menyebabkan kadar hormon tiroid di dalam darah menjadi lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dari normal.

Tiroid adalah sebuah kelenjar yang berada di area leher yang berfungsi untuk menghasilkan hormon-homron penting tubuh, untuk kemudian dilepaskan ke aliran darah. Hormon-hormon ini bekerja untuk mengatur pertumbuhan dan metabolisme dalam tubuh. Tidak hanya itu, hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid juga berperan dalam mengontrol detak jantung, suhu tubuh serta membantu mengubah makanan yang masuk ke dalam tubuh menjadi energi.

Penyakit ini bisa terjadi pada semua orang dengan usia berapapun. Akan tetapi wanita lebih sering terkena penyakit ini dibandingkan dengan pria. Wanita 10 kali lipat lebih mudah terserang penyakit ini.

Gejala Tiroiditis


Selain ditandai dengan adanya pembengkakan pada tiroid, gejala tiroiditis akan bergantung dari jenis kerusakan yang terjadi. Apabila kerusakan menyebabkan kerja kelenjar tiroid menjadi meningkat (hipertiroidisme) maka gejala yang akan muncul diantaranya yaitu:

  • Diare
  • Sulit tidur
  • Gatal-gatal
  • Lemah otot
  • Selalu merasa lelah
  • Sering merasa haus
  • Sulit untuk tetap diam
  • Frekuensi buang air kecil meningkat
  • Perubahan suasana hati
  • Sensitif terhadap panas
  • Kehilangan gairan seksual
  • Gugup, cemas dan mudah marah.

Sebaliknya, apabila aktivitas kelenjar tiroid menurun (hipotiroidisme), gejala yang akan dihasilkan diantaranya yaitu:

  • Nyeri dan lemah otot
  • Mempunyai periode menstruasi yang tidak tentu atau jumlah pendarahan yang berlebihan saat menstruasi
  • Kram otot
  • Kulit kering dan bersisik
  • Rambut dan kuku yang rapuh
  • Menurunnya pergerakan dan cara berpikir
  • Sensitif terhadap dingin
  • Naiknya berat badan
  • Konstipasi
  • Depresi
  • Kehilangan gairah seksual
  • Rasa sakit atau mati rasa di jari dan tangan.

Gejala-gejala hipertiroidisme akan tampak pada jenis tiroiditis yang diinduksi obat, tiroiditis yang diinduksi radiasi serta tiroiditis akut atau infeksi. Akan tetapi 3 jenis ini juga bisa menunjukkan gejala hipotiroiditis, tergantung dari respon masing-masing orang. Selain itu, gejala hipotiroiditis juga akan muncul pada tiroiditis Hashimoto.

Pada beberapa kondisi seperti tiroiditis subakut/de Quervain, tiroiditis postpartum, serta tiroiditis silent, pasien akan mengalami gejala hipertiroidisme pada fase-fase awal terjangkit penyakit, kemudian diikuti oleh gejala hipotiroidisme setelahnya.

#Kapan Saya Harus Periksa Diri Ke Dokter?

Karena peran tiroid yang mengendalikan metabolisme, tiroiditis akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari anda. Hubungi dokter apabila:

  • Sedang hamil, menyusui atau berencana hamil
  • Sesak napas, detak jantung semakin kencang setelah memulai terapi hormon tiroid
  • Demam tinggi atau sakit keras
  • Alergi obat
  • Merasa lelah walaupun mendapatkan perawatan selama beberapa minggu.

Penyebab Tiroiditis


Penyebab tiroiditis berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Berikut adalah beberapa jenis tiroiditis dan penyebabnya:

  • Tiroiditis Hashimoto. Tiroiditis jenis ini paling sering terjadi, dimana penyebabnya adalah kondisi autoimun. Kondisi autoimun menyebabkan sistem kekebalan tubuh tanpa sengaja menyerang kelenjar tiroid hingga perlahan menjadi bengkak dan akhirnya rusak. Kerusakan ini menyebabkan kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup sehingga kadar homorn tirpid dalam darah menjadi rendah atau yang disebut dengan hipotiroidisme
  • Tiroiditis Postpartum. Kondisi ini menyerupai tiroiditis Hashimoto, dimana penyebabnya adalah autoimun. Namun, tiroiditis ini hanya dialami oleh wanita setelah melalui proses persalinan. Pada hampir sebagian besar kasus, kadar hormon tiroid akan kembali normal dalam waktu 12 bulan setelah melahirkan
  • Tiroiditis Silent/Painless. Tiroiditis ini juga disebabkan oleh autoimun. Pada awalnya, kadar hormon tiroid dalam darah akan meningkat karena kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan. Setelah itu, kelenjar tiroid akan mengalami satu fase kelelahan dimana akhirnya kadar tiroid akan turun di bawah normal. Tiroiditis silent ini biasanya akan sembuh sendiri dalam 12-18 bulan
  • Tiroiditis Yang Diinduksi Obat. Beberapa obat bisa menjadi pemicu tiroiditis adalah jenis agen obat kanker, lithium, amiodarone dan interferon. Obat-obatan ini bisa membuat kelenjar tiroid menjadi sangat aktif atau sebaliknya, tidak berfungsi dengan baik. Gejala biasanya akan hilang saat pemberian obat dihentikan
    Tiroiditis Yang Diinduksi Radiasi. Pengobatan radioterapi atau radioaktif yodium yang biasanya digunakan untuk mengobati kanker juga bisa merusak kelenjar tiroid dan memengaruhi jumlah hormon tiroid yang dihasilkan
  • Tiroiditis Subakut atau de Quervain. Pembengkakan kelenjar tiroid yang dipicu oleh infeksi virus, seperti flu atau penyakit gondok. Kondisi ini umumnya dialami oleh perempuan berusia 20-50 tahun
  • Tiroiditis Akut atau Infeksi. Kondisi ini dipicu oleh infeksi bakteri dan tergolong kondisi yang jarang ditemui dan biasanya menyerang anak-anak.

Ada juga beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit ini diantaranya yaitu:

  • Jenis kelamin. Wanita lebih rentan terhadap tiroiditis Hashimoto
  • Umur. Penyakit hashimoto bisa terjadi pada semua umur akan tetapi paling sering pada paruh baya
  • Genetik. Resiko lebih tinggi apabila ada anggota keluarga dengan penyakit tiroid atau penyakit autoimun yang lainnya
  • Penyakit autoimun lainnya. rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1, lupus erythematosus.

Perawatan Tiroiditis Di Rumah


Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin bisa membantu mengatasi tiroiditis:

  • Kunjungi dokter secara teratur. Tiroiditis bisa sewaktu-waktu berubah dan hipertiroidisme bisa menjadi hipotirodisme
  • Pelajar tentang jenis tiroiditis. Temukan apakah anda menderita hipertiroidisme atau hipotiroidisme
  • Minum obat sesuai resep dokter
  • Anda juga bisa mencoba melakukan 8 tips jitu mengatasi tiroiditis yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Tiroiditis


Beberapa jenis tiroiditis tidak bisa disembuhkan seperti tiroiditis Hashimoto dan beberapa lainnya bisa berkurang atau membaik dengan bantuan hormon pengganti. Dengan dem kian pengobatan tiroiditis bergantung pada jenis dan gejala yang dialami.

  • Tiroiditis Hashimoto. Pengobatan menggunakan hormon tiroid penggantu akan diberikan untuk mengurangi gejala yang dirasakan, misalnya dengan obat yang mengandung levothyroxine dan dikonsumsi seumur hidup. Prosedur operasi hanya diperlukan jika benjolan yang tumbuh di tenggorokan menjadi sangat menggangu atau diduga sebagai sel kanker
  • Tiroiditis Postpartum. Penderita jenis ini mungkin harus menjalankan pengobatan dengan hormon tiroid pengganti hingga kondisinya membaik atau bahkan untuk waktu yang lebih lama apabila kadar tiroid tetap rendah
  • Tiroiditis diam atau tanpa rasa sakit. Gejala bisa dikurangi dengan hormon tiroid pengganti hingga kondisi membaik atau seumur hidup jika tingkat yang rendah sifatnya permanen
  • Tiroiditis yang terinduksi obat. Gejala bisa dikurangi dengan menghentikan obat-obatan yang menjadi pemicu tiroiditis atau obat lain menurut rekomendasi dokter. Obat lain yang mungkin diberikan adalah obat antinyeri golongan OAINS dan obat kortikosteroid jika memang diperlukan
  • Tiroditis Yang Terinduksi Radiasi. Gejala bisa dikurangi dengan hormon tiroid penggantu yang mungkin harus dikonsums seumur hidup
  • Tiroiditis Subakut atau de Quervain. Gejala yang dirasakan bisa dikurangi dengan obat golongan beta blocker, obat pereda rasa sakit dan OAINS seperti ibuprofren (obat antiinflamasi nonsteroid), serta obat yang mengandung kortikosteroid jika memang diperlukan. Pengobatan menggunakan hormon tiroid pengganti jangka panjang mungkin diperlukan jika kondisi berulang atau hormon tiroid berada dalam batas yang rendah
  • Tiroiditis Akut atau Infeksi. Gejala bisa dikurangi dengan pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi dan OAINS. Prosedur opreasi biasanya diperlukan oleh penderita anak untuk mengangkat bagian dari kelenjar tiroid yang tidak normal.

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati tiroiditis. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Tiroiditis.

Penderita tiroiditis mungkin juga harus menjalani diet makanan khusus agar kondisinya tidak memburuk. Diskusikan dengan dokter mengenai makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi atau malah harus dihindari.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Don\'t Copy Paste!!