Jangan Anggap Sepele Penyakit Fibrosis Paru

Anda sering merasakan napas yang hendek hingga mengalami kesulitan bernapas dengan baik? Batuk kering disertai dengan penurunan berat badan tanpa jelas? Hati-hati bisa jadi anda terkena penyakit Fibrosis Paru! Jangan Anggap Sepele Penyakit Fibrosis Paru, kenali gejala, penyebab dan cara mengobatinya.

Fibrosis Paru merupakan munculnya jaringan parut pada paru-paru yang menyebabkan kerusakan dan terganggunya fungsi paru-paru. Kerusakan ini menyebabkan jaringan di sekitar kantung udara di dalam paru-paru (alveolus) menebal dan kaku sehingga sulit bagi oksigen untuk masuk ke dalam darah.

Seseorang yang menderita Fibrosis Paru akan mengalami kesulitan untuk bernapas diakibatkan kondisi yang terjadi pada paru-parunya tersebut. Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor akan tetapi penyebab yang sesungguhnya masih belum diketahui hingga kini sehingga penyakit ini biasa disebut dengan Fibrosis Paru Idiopatik.

Orang-orang yang berusia lanjut merupakan kelompok yang rentan terkena penyakit ini, yaitu usia 50 tahun keatas. Angka kejadian pada pria tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Pengobatan penyakit ini bertujuan untuk mengurangi gejala yang dirasakan penderitanya karena paru-paru yang rusak akibat ini tidak bisa diperbaiki.

Gejala Fibrosis Paru


Gejala dan tingkat keparahan fibrosis paru bisa berbeda pada masing-masing penderita. Penderita yang satu bisa mengalami gejala yang berat dengan kondisi yang memburuk dengan cepat, sementara penderita lainnya hanya mengalami gejala yang sedang dengan perkembangan yang lebih lambat.

Gejala Fibrosis Paru berkembang secara berkala, biasanya berlangsung selama lebih dari 6 bulan dengan gejala yang paling sering dialami yaitu sesak napas dan batuk. Berikut in merupakan beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Kelelahan
  • Batuk kering
  • Nyeri otot dan sendi
  • Berkurangnya berat badan tanpas sebab yang jelas
  • Ujung jari tangan dan kaki yang melebar dan membulat
    Napas yang pendek hingga penderita mengalami kesulitan bernapas dengan baik (dyspnea), bahkan ketika melakukan aktivitas yang tergolong ringan misalnya berpakaian. Tidak sedikit orang yang menggangap gejal ini sebagai akibat dari pertambahan usia atau kurangnya olahraga.

Penderita dengan gejala yang memburuk dalam hitungan hari atau minggu akan memerlukan penanganan khsusus dari dokter. Segera temui dokter jika anda mengalami kesulitan bernapas selama beberapa waktu dan batuk yang berlangsung selama lebih dari 3 minggu.

Pasien tertentu mungkin mengalami gejala yang terus bertambah parah, misalnya sulit bernapas selama beberapa hari atau minggu. Dalam hal ini pasien mungkin akan dipasangkan mesin ventilator untuk menunjang pernapasan. Dokter juga mungkin meresepkan obat-obatan antibiotik, kortikosteroid, dan obat lainnya untuk mengatasi kondisi ini.

Penyebab Fibrosis Paru


Kerusakan paru-paru bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang berbeda, termasuk terapi radiasi maupun dari obat-obatan tertentu. Walau penyebab pastinya masih belum diketahui, berikut ini ada beberapa faktor utama dan faktor resiko yang bisa menjadi pemicu fibrosis paru:

  • Kondisi medis. Fibrosis paru bisa berkembang dari beberapa penyakit yang dimiliki oleh seseorang seperti pneumonia, rheumatoid arthritis, sarkoidosis, dermatomyositis dan berbagai penyakit jaringan ikat
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan yang bisa merusak jaringan di paru-paru antara lain obat kemoterapi, penyakit jantung, antiinflamasi dan antibiotik
  • Pengobatan dengan menggunakan terapi radiasi. Pengobatan ini akan merusak paru-paru jika dilakukan dalam jumlah yang banyak, waktu yang lama, terdapat penyakit paru yang mendasari dan digabung dengan kemoterapi. Tanda-tanda kerusakan paru bisa mulai terlihat berbulan-bulan hingga tahunan sejak penderita terpapar radiasi
  • Faktor Lingkungan yang berhubungan dengan pekerjaan atau okupasi. Lingkungan atau pekerjaan yang membuat seseorang terpapar zat beracun atau sumber polusi dalam jangka panjang juga bisa membahayakan paru-parunya. Beberapa zat dan pekerjaan yang beresiko antara lain serbuk batu bara, abses, logam keras, butiran debu, kotoran hewan maupun burung, pekerja tambang, kontruksi dan buruh tani
  • Usia dan Jenis Kelamin. Fibrosis paru lebih banyak dialami oleh pria lansia dan dewasa dibandingkan perempuan atau anak-anak
  • Faktor keturunan. Beberapa fibrosis paru diturunkan dalam keluarga sehingga faktor gen bisa menjadi faktor resiko dari kondisi ini
  • Kebiasaan merokok. Asap tembakau, perokok, maupun orang yang pernah merokok, serta penderita emfisema akan mempunyai resiko terkena fibrosis paru lebih besar dibandingkan orang yang tidak merokok sama sekali.

Komplikasi Fibrosis Paru


Berikut ini merupakan beberapa komplikasi yang mungkin berkembang jika fibrosis paru tidak segera diobati diantaranya yaitu:

  • Komplikasi paru, misalnya penggumpalan darah di paru-paru, infeksi paru-paru atau paru-paru yang gagal berfungsi
  • Gagal pernapasan sebagai akibat penyakit baru yang parah, ketika kadar oksigen di paru-paru berada di level yang sangat rendah
  • Tekanan darah tinggi dalam paru-paru atau hipertensi pulmonal ketika jaringan parut memengaruhi pembuluh darah paru dan menyebabkan aliran darah terganggu
  • Gagal jantung sisi kanan atau cor pulmonale yaitu disebabkan oleh ventrikel jantung sebelah kanan bawah yang bekerja terlalu keras memompa darah melalui pembuluh darah paru yang tersumbat
  • Kanker paru-paru yang berkembang dari fibrosis paru jangka panjang.

Perawatan Fibrosis Paru Di Rumah


Berikut ini merupakan beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu anda mengatasi penyakit ini diantaranya yaitu:

  • Berhenti merokok. Bicarakan dengan dokter soal cara terbaik berhenti merokok. Begitu juga dengan orang terdekat atau anggota keluarga anda ada yang merokok, ada baiknya minta anggota keluarga untuk berhenti merokok karena asapnya pun bisa merusak paru-paru orang yang tidak merokok
  • Perhatikan asupan makanan. Tidak usah memaksakan diri langsung makan banyak. Batasi saja sedikit-sedikit tapi rutin. Tingkatkan juga konsumsi sayur dan buah
  • Berolahraga rutin bisa meningkatkan fungsi paru dan mengendalikan stres. Tanyakan pada dokter olahraga seperti apa yang cocok untuk anda
  • Istirahat yang cukup
  • Imunisasi seperti pneumonia dan influenza termasuk anggota keluarga anda
  • Ikuti anjuran dokter dan tim ahli yang menangani anda
  • Anda juga harus mengindari 6 makanan yang harus dihindari penderita fibrosis paru ini.

Pengobatan Fibrosis Paru


Kerusakan paru-paru pada kondisi ini hanya bisa diperlambat dan dikurangi dampak dari gejalanya dengan pemberian obat-obatan dan melakukan rangkaian terapi.Apabila terapi konvensional dengan obat-obatan gagal, transplantasi paru mungkin akan direkomendasikan oleh dokter anda. Berikut ini merupakan beberapa metode pengobatan fibrosis paru diantaranya yaitu:

  • Obat-obatan. Untuk memperlambat perkembangan fibrosis paru dan gangguan saluran pencernaan yang umumnya dialami oleh pemilik kondisi ini. Beberapa contoh obat-obatan yaitu pirfeniode, nintedanib. Beberapa efek samping dari obat-obatan ini antara lain ruam, mual dan diare
  • Rehabilitasi Paru. Untuk mengurangi gejala dan menunjang fungsi tubuh, melatih ketahanan fisik dan meningkatkan teknik pernapasan guna melatih efisiensi paru
  • Terapi Oksigen. Untuk membuat latihan dan pernapsan itu sendiri menjadi lebih mudah, mengurangi resiko terjadinya komplikasi akibat kadar oksigen yang rendah dan mengurangi tekanan darah disisi kanan jantung. Terapi ini bisa diberikan ketika pasien tidur atau latihan dan ada juga yang menggunakannya setiap saat
  • Transplantasi Paru. Selain manfaat baik dari transplantasi paru, dokter akan mendiskusikan juga resiko komplikasi berupa penolakan tubuh terhadap organ pengganti
  • Menggunakan Obat Herbal. Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Fibrosis Paru. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Fibrosis Paru.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Don\'t Copy Paste!!