Bahaya Penyakit Tukak Lambung

Apakah anda sering merasakan nyeri atau perih pada perut yang menyebar ke bagian leher hingga ke punggung pada malam hari? Hat-hati bisa jadi anda terkena penyakit tukak lambung! Jangan Anggap Sepele Bahaya Penyakit Tukak Lambung, simak penjelasannya berikut ini!

Tukak Lambung (ulkus peptikum, peptic ulcer) merupakan luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung. Luka ini juga berpotensi muncul pada dinding bagian pertama usus kecil (duodenum) serta kerongkongan (esofagus). Tukak lambung bisa menyebabkan rasa nyeri pada lambung atau bahkan pendarahan dalam kasus yang parah.

Penyakit ini bisa menyerang semua orang dengan segala usia. Walaupun begitu, pria usia diatas 60 tahun mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk mengalaminya. Tukak Lambung sendiri bisa diobati hingga tuntas apabila penyebab utamanya bisa diketahui.

#Tahukah Anda?
Kondisi kesehatan ini sangat umum terjadi. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang tua. Kondisi ini bisa dicegah dengan mengurangi faktor resikonya. Segera konsultasikan dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala Tukak Lambung


Gejala utama yang akan anda rasakan apabila mengalami tukak lambung yaitu nyeri atau perih pada perut. Rasa sakit tersebut muncul karena terjadinya iritasi akibat asam lambung yang membasahi luka. Gejala ini biasanya berupa rasa nyeri yang:

  • Muncul pada malam hari
  • Terasa makin parah saat perut kosong
  • Menyebar ke leher, pusar hingga punggung
  • Hilang lalu kambgung beberapa hari atau minggu kemudian
  • Umumnya berkurang untuk sementara jika anda makan atau mengonsumsi obat penurun asam lambung.

Disamping nyeri pada lambung, ada beberapa gejala lain yang mungkin anda alami, diantaranya nyeri ulu hati, tidak nafsu makan, mual serta gangguan pencernaan.

Apabila anda merasakan gejala seperti diatas segera periksakan diri ke dokter. Walaupun begitu tukak lambung terkadang tidak menyebabkan gejala apapun sampai akhirnya terjadi komplikasi.

Oleh sebab itu, anda sebaiknya waspada dan segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat, terutama jika mengalami muntah darah, tinja dengan darah atau berwarna hitam, serta sakit perut menusuk yang muncul tiba-tiba dan terus bertambah parah. Gejala-gejala tersebut mengindikasikan terjadinya pendarahan pada lambung.

#Kapan Anda Harus Periksakan diri ke dokter?
Tukak lambung akan bertambah buruk apabila tidak segera diobati. Anda harus segera menghubungi dokter apabila anda mempunyai salah satu gejala seperti:

  • Lemah atau kelelahan
  • Napas berat
  • Muntah darah atau muntah yang berwarna seperti kopi
  • Darah atau tinja berwarna kehitaman
  • Nyeri mendadak terus menerus.

Tanda-tanda ini biasanya baru terjadi ketika kondisi tukak lambung sudah memburuk.

Penyebab Tukak Lambung


Dinding lambung biasanya dilapisi selaput (mukus) yang melindunginya dari asam lambung. Peningkatan kadar asam lambung atau penipisan selaput pelindung lambung berpotensi memicu munculnya tukak lambung.

Penyebab umum yang bisa menurunkan perlindungan dinding lambung terhadap asam lambung seperti infeksi bakteri Helicobacter Pylori dan penggunaan obat anti inflamasi non steroid. Ibuprofren, aspirin atau diclofenac merupakan beberapa contoh obat anti inflamasi non steroid yang sering digunakan. Tidak hanya itu, penyakit tumor pankreas (gastrinoma) dan pengobatan radiasi pada area lambung juga bisa menyebabkan timbulnya tukak lambung.

Infeksi akibat bakteri H.pylori termasuk kondisi yang umum dan sering kali tidak disadari penderitanya. Sementara konsumsi obat anti inflamasi non-steroid yang sering atau berkepanjangan akan meningkatkan resiko tukak lambung terutama bagi lansia.

Disamping bakteri dan obat, faktor gaya hidup juga meningkatkan resiko anda menderita tukak lambung, seperti:

  • Mengalami stres yang tidak segera diatasi
  • Mengonsumsi minuman beralkohol yang bisa menipiskan selaput pelindung dinding lambung
  • Merokok yang meningkatkan resiko mengalami tukak lambung bagi orang yang terinfeksi bakteri pylori.

Banyak yang mengganggap makanan peda atau kondisi stres sebagai penyebab tukak lambung. Anggapan ini tidak benar. Makanan dan stres tidak menyebabkan tukak lambung akan tetapi bisa memperparah gejalanya.

Komplikasi Tukak Lambung


Komplikasi akibat tukak lambung memang jarang terjadi, akan tetapi tetap bisa muncul terutama jika tidak ditangani dengan benar. Beberapa komplikasi tukak lambung yang berpotensi serius diantaranya yaitu:

  • Pendarahan dalam perut. Ini merupakan komplikasi tukak lambung yang paling umum terjadi. Volume pendarahan bisa ringan atau parah hingga membutuhkan transfusi darah. Pendarahan ringan mengarah pada terjadinya anemia sehingga wajah menjadi pucat, kelelahan dan jantung berdegup kencang
  • Peritonitis. Walaupun jarang terjadi, tukak lambung berpotensi melubangi dinding lambung atau usus dan menyebabkan infeksi serius dalam rongga perut. Komplikasi ini membutuhkan penanganan darurat di rumah sakit karena bisa berakibat fatal jika dibiarkan
  • Terhalangnya pergerakan makanan dalam sistem pencernaan. Tukak lambung terkadang bisa bengkak atau membentuk jaringan parut yang bisa menyumbat saluran pencernaan sehingga makanan tidak bisa lewat. Komplikasi akan memicu gejala cepat kenyang, muntah-muntah dan penurunan berat badan. Prosedur operasi mungkin dibutuhkan untuk menangani parut yang terbentuk
  • Kanker lambung. Walaupun keterkaitannya masih menjadi perdebatan, diperkirakan sekitar 2% kejadian tukak lambung bisa berkembang menjadi kanker lambung. Bakteri H.pylori lah yang diduga menjadi patogen utama komplikasi ini. Infeksi akibat H.pylori bisa menyebabkan peradangan kronis yang mampu meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung secara signifikan.

Usia pasien serta penggunaan obat antiinflamasi non-steroid akan memengaruhi resiko seseorang untuk mengalami komplikasi tukak lambung. Lansia dengan jenis kelamin pria diatas 60 tahun merupakan penderita tukak lambung yang mempunyai resiko komplikasi paling tinggi.

Begitu juga dengan tukak lambung akibat konsumsi obat anti inflamasi non-steroid. Komplikasi pada jenis ini sering tidak menunjukkan gejala sehingga tidak disadari dan tidak bisa diobati sampai sudah lanjut dan menimbulkan komplikasi.

Diagnosis Tukak Lambung


Pada tahap awal diagnosis, dokter akan menanyakan gejala yang dialami. Apabila diduga mengidap tukak lambung, anda akan dianjurkan untuk menjalani pemerksaan yang lebih mendetail. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi gastrokopi (endoskopi), pemeriksaan radiologi (foto rontgen atau CT scan) dan pemeriksaan untuk memastikan keberadaan bakteri H. pylori.

A[abila dokter menduga tukak lambung muncul akibat bakteri dan pasien tidak pernah mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, pemeriksaan bakteri kemungkinan akan dilakukan melalui pemeriksaan darah, pemeriksaan tinja atau uji pernapasan.

Gastrokopi (endoskopi) juga dilakukan dengan memasukkan kamera ke dalam lambung. Proses ini akan membantu dokter memeriksa dan memastikan keberadaan luka pada dinding lambung secara langsung. Selain dengan gastrokopi, pemeriksaan lanjutan dengan foto rontgen atau CT scan yang memberi citra esofagus (kerongkongan), lambung dan usus halus bisa melengkapi diagnosis. Terkadang hal ini dilakukan dengan meminta pasien menelan cairan yang mengandung barium agar gambar yang dihasilkan terlihat lebih jelas.

Apabila ditemukan tukak lambung, pengambilan sampel jaringan lambung juga akan dilakukan dalam endoskopi. Sampel tersebut kemudian akan diuji guna mendeteksi keberadaan bakteri H. pylori.

Perawatan Tukak Lambung Di Rumah


Berikut ini merupakan beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu mengatasi tukak lambung yaitu:

  • Menjaga kebersihkan diri dan penyebaran bakteri Helicobactre pylori yang umumnya hidup di lapisan mukus dalam jaringan pelindung lambung. Penyebaran ini bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui makanan dan minuman
  • Berhati-hati dalam penggunaan obat antiinflamasi non-steroid
  • Mengurangi atau berhenti merokok
  • Menghindari minuman beralkohol
  • Anda juga bisa mencoba mengobati tukak lambung dengan menggunakan madu yang bisa anda lakukan sendiri dengan mudah di rumah.

Pengobatan Tukak Lambung


Langkah pengobatan untuk tiap pasien tentu tidak akan sama. Dokter akan menentukannya berdasarkan penyebab tukak lambung yang dialami pasien. Tujuan utama pengobatan tukak lambung yaitu untuk memusnahkan bakteri H. pylori dan mengurangi konsumsi obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs). Penanganan tukak lambung juga dibantu dengan pemberian obat-obatan.

Beberapa jenis pengobatan yang bisa menangani tukak lambung diantaranya yaitu:

  • Antibiotik

Tukak lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori akan ditangani dengan kombinasi dari beberapa antibiotik. Amoxicillin, metronidazole dan clarithromycin merupakan contoh obat antibiotik yang biasanya diresepkan oleh dokter. Pasien akan diperiksa kembali untuk melihat keberadaan bakteri H. pylori 4 minggu setelah pengobatan dengan kombinasi antibiotik ini selesai. Apabila bakteri tersebut masih tersisa, maka dokter akan memberi antibiotik yang berbeda untuk menuntaskan pengobatan.

  • Penghambat pompa proton

Apabila anda mengidap tukak lambung yang disebabkan oleh obat anti inflamasi non-steroid, dokter akan menyarankan penggunaan penghambat pompa proton. Obat ini akan mengurangi kadar asam lambung dengan menghalangi kinerja sel-sel yang memproduksi asam lambung. Lansoprazole omeprazole dan pantoprazole merupakan jenis penghambat pompa proton yang sering digunakan.

  • Obat penghambat reseptor H2

Fungsi obat ini sama dengan penghambat pompa proton, yaitu menurunkan kadar asam lambung. Obat ini bisa mengatasi tukak lambung dan mempercepat kesembuhan. Obat yang biasa diberikan adalah ranitidin.

  • Antasida dan alginat

Antasida akan menetralisasi asam lambung dalam waktu singkat, sedangkan alginat akan melindungi dinding lambung. Karena itu kedua obat ini diberikan untuk mengurangi rasa nyeri secara cepat sebelum obat-obatan lainnya mulai bekerja. Walaupun begitu, antasida tidak digunakan untuk mengatasi tukak lambung. Untuk penggunaannya sebaiknya dikonsumsi setelah makan.

  • Obat yang melindungi dinding lambung dan usus halus

Obat jenis cytoprotective ini merupakan sukralfat dan misoprostol.

  • Mengonsumsi Obat Herbal

Anda juga bisa mencoba menggunakan obat herbal untuk mengobati Tukak Lambung. Obat herbal ini bisa anda gunakan apabila anda tidak cocok atau mempunyai alergi dengan obat-obatan kimia dan tidak ingin melalukan jalan operasi. Mengapa harus obat herbal? Karena obat herbal ini terbuat dari bahan yang alami sehingga akan sangat aman untuk dikonsumsi semua kalangan usia dari anak-anak hingga lanjut usia tanpa menimbulkan efek samping walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Obat herbal ini solusi yang tepat untuk pencegahan ataupun obat pendamping untuk membantu proses penyembuhan Tukak Lambung.

Selain pemberian obat-obatan, tindakan operasi juga terkadang diperlukan apabila tukak lambung telah mengakibatkan adanya lubang pada dinding lambung atau jika terjadi pendarahan serius yang tidak bisa diatasi dengan tindakan lewat endoskopi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Don\'t Copy Paste!!